| |
|
Senin, 8 February 2010 @ 12:48 WIB - Diari
Empat Negara satu rasa satu jiwa. Sastrawan-sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam tergabung dalam Group Pembuatan Buku-Buku Untuk Kemanusiaan telah melahirkan buku-buku untuk disumbangkan bagi kemanusiaan, dan ditujukan kepada setiap insan yang mengalami penderitaan akibat bencana dan tragedi kemanusiaan lainnya. Proyek ini dikoordinatori oleh bapak Leonowens SP, seorang sastrawan dunia.
Kita patut berbangga hati atas kepedulian dari penulis-penulis yang terlibat dalam proyek kemanusiaan ini; dan dihimpun dari berbagai suku, ras, agama, dan golongan yang berbeda.
Karya tulis serta kepedulian yang diawali dari bencana alam gempa di Sumatera Barat 30 September 2009 lalu, telah mempersatukan banyak orang untuk berbuat hal yang positif bagi sesamanya. Demikian juga dalam dunia sastra yang telah berbuat bagi sesama manusia di dunia.
Group Pembuatan Buku-Buku Untuk Kemanusiaan akan mengadakan sebuah acara launching buku, sebagai langkah awal dalam proyek besar bagi kemanusiaan ini:
- Padang 7,6 Skala Richter - Suara-Suara Nurani dan Kalbu - Suara-Suara Adam - Suara-Suara Hawa - Jejak Para Kaul I - Jejak Para Kaul II
Pada : Hari Sabtu, 13 Februari 2010 Tempat : Newseum Café, Jl. Veteran No. 33 Jakarta Pusat Waktu : Pukul 16:00 – 20:00 WIB
Pembicara : - Bapak Leonowens SP (Koordinator, Sastrawan & Esais)*** - Ibu Yoen Aulina Casym (Ketua Panitia) - Salbiah Sirat (Editor Tamu dari Singapura)
Moderator: Eris Adlin (Redaktur pada Harian Bisnis Indonesia)
Publikasi: Okky Sastrawiguna
Semoga segala niat baik dari sastrawan-sastrawan 4 negara bagi kemanusiaan ini akan semakin bermanfaat untuk hari-hari mendatang. Amin.
|
Disarankan: 0
 |
| |
kangharri Selasa, 9 February 2010 @ 03:09 WIB
 (Reply)
tempatnya tidak jauh dari temapat saya bekerja tu mba..
|
|
 |
 |
 |
|
|
Jumat, 5 February 2010 @ 20:14 WIB - Diari
SUARA-SUARA ADAM Solidaritas Sastrawan dari Indonesia, Singapura, Brunei dan Malaysia untuk Bencana Alam Gempa di Sumatera Barat 2009 ISBN : 9786028543453 Rilis : 2010 Halaman : 192p Penerbit : Bisnis2030 Bahasa : Indonesia Rp.47.600
Suara-Suara Adam, adalah kelanjutan dari buku "Padang 7,6 Skala Richter" dan “Suara-Suara Nurani dan Kalbu” yang telah terbit sebelumnya. Masih tetap pada tujuan utama untuk mendonasikan buku-buku ini pada kemanusiaan, buku ini diterbitkan, utamanya untuk pemulihan musibah bencana gempa di Padang tahun 2009 yang lalu. Solidaritas dari sastrawan berbagai Negara, antara lain: Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei, untuk disumbangkan pada kemanusiaan ini ditujukan bagi setiap insan yang mengalami penderitaan akibat bencana dan tragedi kemanusiaan. Semoga keberadaan buku-buku untuk kemanusiaan ini, bisa memberi manfaat kepada yang membutuhkan. Amin.
Koordinator Proyek (Project Coordinator) buku ini adalah Leonowens SP ( Indonesia), Okky Sastrawiguna (indonesia), Salbiah Sirat ( Singapura)
Daftar Penulis yang tergabung dalam buku "Suara-Suara Adam"
1. M. Yusuf Asni, S.Pd. / 7 2. Hardho Sayoko SPB / 15 3. Ahmad David Kholilurrahmad / 23 4. Harsandi Nugraha / Abu Rayhan / 31 5. Zen Mehbob / 39 6. Rudy Prayala / 47 7. Ampunan Awang (A-Ali) / 57 8. A pandi / 65 9. Anto Hprasto / 73 10. Kuni Ahmad / 79 11. Noval Jubbek/ 87 12. Pujangga Kelana Maya @ Maya Rizal / 97 13. Adhy Rical / 103 14. Ary Nurrohman / 109 15. Candra Malik / 117 16. Imron Tohari_lifespirit / 121 17. Bambang Priantono / 127 18. Nor Herman Maryuti @ Herman Mutiara / 135 19. Suci Damai SiBintang Ungu / 145 20. Neogie Arur / 151 21. Al Shine / 155 22. Aku Diriku / 163 23. Igir Alqatiri / 167 24. Yazid Musyafa / 177 25. Lea Willsen / 185
Pembelian buku SUARA SUARA ADAM dan buku buku lainnya bisa dilakukan secara on line di http://bookoopedia.com
|
Disarankan: 0
 |
| |
frank Jumat, 5 February 2010 @ 20:59 WIB
 (Reply)
wah keren bunda..... jadi pingin.. _
|
|
 |
 |
 |
| |
blogger indonesia Minggu, 7 February 2010 @ 20:02 WIB
 (Reply)
wah keren kayaknya, xixi koordinator proyek ikutan nulis gak? xixixi
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 8 February 2010 @ 18:52 WIB
ikut dong,,,di suara suara hawa,,,pastinya,,,
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
detective_girl Minggu, 7 February 2010 @ 20:34 WIB
 (Reply)
buku ini tentang apa bunda?? kumpulan cerita kisah nyata ato tentang pngetahuan tentang gempa padang??
wah, keren tuh bunda jadi koordinator proyeknya juga.. bunda makin top deh! hehe
btw, mampir k blogq y bund^^
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 8 February 2010 @ 18:54 WIB
ini buku kumpulan puisi puisi...
ya neh bundanya jadi panitia buku buku untuk kemanusiaan...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
Selasa, 2 February 2010 @ 11:22 WIB - Diari
Kekasih, surat ini sengaja kutulis untukmu. Hanya karena aku tak begitu yakin mampu bertanya kenapa setiap musim juga hujan acapkali tak meninggalkan namanya di tepi mimpi dan tempat tidur kita. Seperti kita yang tiba-tiba jatuh cinta pada seseorang, lalu pada doa, juga seringkas kenangan dan batas-batas.
Usia kita, kekasihku, tak perlu renta dalam cinta. Lalu siapa yang berani berjalan lebih cepat dari cinta? Tapi aku sejenak hanya ingin sendiri dengan mata yang terpejam dan berharap dapat melakukan sesuatu yang terbaik untuk mengenang seseorang. Mungkin aku akan mencatat kenangan itu dalam baris-baris puisi, catatan harian, sebuah cerita kecil atau bahkan mencoba melukis garis-garis wajahnya dipermukaan kertas atau kanvas (meski aku sama sekali tak pandai melukis).
Dan kini, aku ingin menulis surat untukmu, sekedar mengenangmu dalam sebuah kerinduan yang paling hening, sekedar menyampaikan sesuatu dengan sederhana dan terus terang. Lalu kelak malam mengendap senyap, dan aku akan menemukan ruang yang cukup mesra untuk menafsirmu lewat puisi, juga doa.
Aku ingat, hujan dan puisi tentangmu menyekapku dalam labirin kerinduan yang panjang. Ada kenangan kembali terdengar seperti suara gerimis di daun-daun, tanah dan atap rumah—serupa bunyi detik jam atau suara hela menarik napas. Sekejap puisi pun menjadi lengkap ketika disebuah "tikungan jalan" aku bertemu denganmu—sebuah tikungan yang sampai kini tak pernah bisa aku luruskan dengan beberapa kata dan semesta air mata. Cinta datang tanpa memberi kita waktu yang panjang untuk membicarakannya…
Aku percaya, ada sesuatu yang tetap kita pertahankan dalam hidup sesingkat ini. Tapi ia sesuatu yang tak bisa disebut. Hanya jika cinta utuh dimengerti, dengan bathin yang bersih, dengan doa…
Kekasih, aku memang merasa harus menulis tentang apapun. Setidaknya aku berharap dapat belajar mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi yang lain. Malam ini, keheningan berjalan demikian perlahan. Malam inipun, aku merasa setiap kenangan tentangmu begitu cepat merangkum huruf-huruf, menjadi puisi, catatan kecil dan sebuah inspirasi untuk sebuah cerita sederhana. (walau kadang, lewat tengah malam, inspirasi boleh saja menumpuk, tetapi perut amat keroncongan.) Mungkin ada banyak orang yang selalu tak punya alasan yang cukup untuk membuang setiap kenangan yang cantik, termasuk ketika kerapkali kita demikian gugup mencari alasan yang logis kenapa kita mencintai seseorang. Orang mungkin juga tahu, selalu tak hadir alasan yang layak dan dapat dipahami kenapa mereka mencintai seseorang.
Aku percaya bahwa kata-kata dan gambaran tentang cinta dapat hadir menjadi karya. Bahkan mengucapkan “aku cinta padamu” akan menjadi baris kalimat karya yang begitu tegas dalam gema kenangan, tak sekedar isyarat. Sebab isyarat sarat ambiguitas bahasa. Bukankah dengan mengamalkan cinta serta mengucapkannya sebuah persembahan akan menjadi kian lengkap?
Nurani adalah ungkapan paling lengkap dan ia kadang menunjukkan arah lain. Demikian penempuhan ini, ungkapan membangun titik di keseluruhanmu. Aku berharap ada iman yang dahaga dan demikian tetap menyala, menerangi jalan menujumu. Aku pikir, setiap orang punya alasan yang kokoh kenapa ia mesti mempertahankan keyakinannya atas cinta, meski terjal.
Kekasih, akhirnya harus kukatakan padamu bahwa aku sungguh mencintaimu. Dalam diam, sekalipun. I loved you silently. Like a thief, I afraidly took your picture in my mind. I tasted every cubic of your scent in the dance of the air. You didn't know. You never knew.
|
Disarankan: 0
 |
| |
yet another blogger Selasa, 2 February 2010 @ 22:55 WIB
 (Reply)
keren, kayaknya nih beneran yang lagi dirasain sama ibu okky xixixi, sumangga diteraskeun ka pawon :d
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 8 February 2010 @ 19:45 WIB
ehemmm..sok buka kartu teh dimana wae c kakang mah...
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
rianz Rabu, 3 February 2010 @ 20:28 WIB
 (Reply)
dalam bgt bunda... bunda paling pintar mengungkapkn prasaan lwt tulisan kata2... yg membaca pasti hanyut di dlamnya...
 |
 |
| |
 |
sastrawiguna Senin, 8 February 2010 @ 19:46 WIB
syukur deh gak sampai hanyut ke sungai..heuheuheu.. thx rianz
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Sabtu, 22 September 2007 @ 20:59 WIB |
|
|