CARI:  
   eddysilo
   http://sultan_haidir.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
 
           
   
PENGUMUMAN
 
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
Blogger Peduli
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
 
     
BLOG TERBARU
 
» bali skies
» visual1
» bengkel hp bajo
» bisnis gratis 100%
» all about korea
» dee-net
» wellcome ,.
» all about suju
» bumblebee
» www.thecliquers.com
 
     
POSTING TERBARU
 
» [<blink>indonesi...
» [<blink>lagu etn...
» [<blink>indonesi...
» [<blink>indonesi...
» grrrr... kesel banget
» als de orchideen bloei...
» lewat jam malam
» menyembunyikan file ke...
» buat windows xp ngebut
» siapa kah diva di kore...
 
     
   
 
PENGUMUMAN:
Promosikan buku-buku Anda di Google - gratis
 
JATUH CINTA
Selasa, 5 Mei 2009 @ 18:29 WIB - Komputer & Internet
  Sewaktu masa muda dulu … (sekarang juga masih muda saya kira ..hi..hi..hi) pernah kita merasakan yang namanya jatuh cinta, betul kan ? pingin tau sih siapa yang nggak pernah jatuh cinta ? wong Ryan (tukang jagal yg terkenal) itu juga jatuh cinta walau agak ”nyleneh” tapi kan juga jatuh cinta !!! Yang terkahir orang tua-tua pada royokan yang namanya Rani ”caddy” cantik yang berujung maut, juga masalah cinta, padahal pada udah tua lho ....
Pada sebagian/kebanyakan orang klo sedang jatuh cinta, akan bergetar rasanya jika berjumpa orang yang disukai, gimana....gitu..., tapi ada juga sebagian lagi yang nggak merasakan getaran itu alias langsung ’main tubruk’ full acceleration. Untuk tipe yang satu ini diluar pembahasanku, orang ini sering aku sebut orang ”teh celup”,. Iya kan ... wong kerjaannya celup sana celup sini, ndak ada yang namanya ’getaran hati’ yang ada dibenaknya hanyalah celup dan celup.
Untuk orang lugu (kayak aku ... dilarang protes !!!), bisa ketemu cewek yang kusukai aja senengnya minta ampun (waktu sekolah dulu). Apalagi klo bisa berbincang-bincang, wuihhhh seneng rasanya !!! Kebetulan waktu SMP dulu si ’bunga sekolah’ itu satu grup dengan aku. Waktu itu memang ada kegiatan seni musik, si cewek tersebut memang jawara ’pop singer’ pada masa itu dan kebetulan aku juga bisa memainkan beberapa alat musik, jrengggg ... jadi sering ketemu deh, tapi hanya sebatas itu maklum pada waktu itu untuk menyatakan ”suka” adalah sesuatu yang TABU. Rasanya berbeda ya dengan jaman sekarang ini, anak SMP sudah banyak yang pacaran bahkan ada yang sampai kebablasan.
Terkadang tersirat difikiran, gimana ya kabarnya teman-teman itu sekarang ini ? ingin sekali bertemu atau reuni-lah ’tuk berbagi cerita (bukan berbagi cinta lho !! he..he..he..), sudah berbagai cara aku telusuri lewat berbagai macam media pertemanan. Sudah banyak yang ketemu sich tapi juga banyak yang belum ketemu. Bagaimana rasanya seandainya kita bertemu dengan orang yang pernah kita kasihi dulu ya ?
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 4 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
BOSAN NGEBLOG, MENGAPA ?
Sabtu, 7 Maret 2009 @ 12:56 WIB - Komputer & Internet
  Ada yg bisa beri masukan pada saya nggak ya ? Mengapa akhir-akhir ini (beberapa periode ini) kok ada rasa bosan nge-net terutama posting ke blog. Padahal sudah sering berupaya cari ide atau bahan baru pada search engine, tapi kok masih merasakan ’kebosanan’ ?
Kalau nge-net paling-paling yang saya baca beberapa web koran dan beberapa web tertentu itupun dalam sehari nggak ada 30 menit. Sampai-sampai kuota volume basic speedy sebulan ’hanya’ kepakai di bawah 50 % itupun memaksakan diri menggunakan pada saat hari-hari terakhir pada akhir bulan.
Adakah kawan-kawan pernah mengalami hal seperti saya ? adakah saran dari teman-teman sekalian, terima kasih.
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 2 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
FENOMENA DUKUN CILIK
Selasa, 10 February 2009 @ 02:42 WIB - Musik, Film & Hiburan
  Beberapa hari ini di Jombang (dusun Kedungsari desa Balongsari kec. Megaluh) dan sekitarnya sedang hangat-hangatnya pemberitaan mengenai fenomena si dukun cilik. Masyarakat dari sekitar Jawa Timur (bahkan ada yang dari luar Jawa) berbondong-bondong mendatangi si dukun cilik tersebut tentu saja dengan berbagai macam penyakit yg dibawanya. Banyak diantara mereka yg mengaku sembuh setelah diobat si dukun cilik yang sudah berpraktik sejak 17 januari lalu. Si dukun tiban bernama Ponari tersebut memang baru berusia 9 thn, konon si kecil ini beberapa waktu yang lalu ”hampir” tersambar petir (begitu menurut beberapa sumber). Setelah kejadian tersebut, si kecil dengan berbekal sebuah batu sekepalan tangan (ditemukan sewaktu ada sambaran petir) bisa menyembuhkan berbagai penyakit manusia. Sejak itu si Ponari kecil tidak bisa leluasa bersekolah layaknya anak SD seusianya, malah ada "target" puluhan ribu warga yang datang untuk berobat. Dalam satu hari ”panitia si dukun cilik” menyediakan 50 ribu lembar kartu antrian (50 ribu lho ya !!!), dan semuanya habis ludes, padahal dalam prakteknya si dukun cilik tersebut ”hanya” bisa melayani 10 ribu pasien sehari dari pukul 7 pagi s/d 4 sore. Tentu saja sisa pasien terpaksa menginap di rumah-rumah penduduk di sekeliling desa tersebut.
Saking banyaknya pasien yg berduyun-duyun dan berdesak-desakan, mengakibatkan korban meninggal dunia. Tercatat 4 org meninggal (data sampai senin malam), kebanyakan mereka meninggal dunia akibat terdesak/terinjak oleh sesama pasien yang sedang antrean.
Mengantisipasi keadaan agar tidak bertambah parah, pihak kepolisian berkordinasi dengan koramil dan perangkat desa mengadakan musyawarah. Dalam musyawarah tersebut disepakati untuk sementara praktek si dukun cilik tersebut ditutup untuk sementara waktu. Juga diusulkan untuk memindahkan tempat praktek si dukun cilik tersebut ke tempat yang lebih representatif tapi pihak keluarga si dukun cilik tersebut menolak. Kabar terakhir praktek bocah cilik ini sudah ditutup oleh pihak yang berwenang.

Sebetulnya yang patut kita ambil hikmahnya adalah :
1. Berbondong-bondongnya masyarakat ke sana tidak lepas dari mahalnya biaya pengobatan dunia kedokteran yang ada saat ini, sehingga mereka “mencoba” alternatif yang murah meriah dengan harapan mendapatkan hasil yang maksimal. Pemerintah harus introspeksi terhadap fenomena ini, hendaknya biaya berobat di rumah sakit harus ditinjau, yang lebih terjangkau tentunya. Berdasarkan keterangan mereka-mereka yang pernah ke sana, memang tidak semua pasien yang berobat ke sana bisa sembuh, tapi tidak sedikit dari pasien-pasien itu yang sembuh,

2. Menggeliatnya ekonomi di desa tempat si dukun tiban tersebut. Masyarakat sekitar banyak yang mendapat berkah dari berdagang makanan, minuman, dll. Bahkan menurut keterangan salah satu wartawan ibukota yang saat itu meliput, parkir kendaraan bisa sampai 2 km.

3. Seandainya memang betul batu itu bisa menyembuhkan, semata karena mukjizat dari Allah swt, jika Allah berkata jadi maka jadilah, wallahu a’lam bis showab.
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 6 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
HOBI NYLENEH
Jumat, 23 January 2009 @ 09:40 WIB - Komputer & Internet
  Melihat tayangan berita tadi pagi di salah satu televisi swasta, jadi tertawa sendiri. Ada sungguhan nih seseorang yang punya hobi nyleneh yaitu : hobi masuk penjara.
Ini dialami seorang laki-laki di Bali. Dia hidup sebatangkara, mengalami kesulitan untuk membiayai dirinya sendiri, jika tidur selalu diemperan toko, makan juga tidak menentu. Akhirnya terselip dibenaknya untuk mencuri kendaraan bermotor. Dia melakukan pencurian sepeda motor yang sedang diparkir. Setelah mencuri dia tidak menjual sepeda motor tersebut ke tukang tadah. Dia malah bolak-balik di sekitar TKP dengan harapan dapat ditangkap petugas.
Akhirnya petugas memergoki sepeda motor tersebut dan menangkap lelaki nyleneh yang juga bertato ditubuhnya itu. Jadi terhitung dalam 3 bulan terakhir sudah 10 kali keluar masuk penjara. ”Enak pak, dipenjara saya dapat makan gratis dan tidur gratis. Habis cari kerja yang halal susah sih pak.” begitu dia bicara dihadapan petugas tanpa ada raut muka penyesalan sedikitpun.
Weleh-weleh .... saya jadi membayangkan, jangan-jangan setelah penayangan ini ada yang berusaha mengekor hobi langka ini. Jangan-jangan mereka ada yang jor-joran adu jumlah, mungkin ada yang lebih nyeleneh lagi untuk bisa masuk musium record dibidang ini. Apalagi ditengah krisis sekarang ini. Mudah-mudahan semua yang tahu kejadian ini bukan termasuk ”golongan mereka”. Hi ... hi ... hi ... mudahan ..... hanya dialah seorang ....
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 7 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     
Jalan Kaki Jinakkan 9 Penyakit
Sabtu, 13 Desember 2008 @ 14:29 WIB - Komputer & Internet
  STUDI dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh-gopoh dan bukan jalan santai memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita. Inilah sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki

(1) Serangan Jantung. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

(2). Stroke. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

(3). Berat badan stabil. Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

(4). Menurunkan berat badan. Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

(5). Mencegah kencing manis. Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

(6). Mencegah osteoporosis. Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.

Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

(7). Meredakan encok lutut. Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris). Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.

Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

(8) Depresi. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

(9). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

Dr. Handrawan Nadesul

Media CP from Kompas
 
     
  Disarankan: 0  
 
  Komentar: 6 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print
 
Kembali Ke Atas
     

S E L A N J U T N Y A »

 
 
Hidup(ku) diwarnai musik, tak terbayangkan bagiku jika dunia tanpa alunan musik. www.demolagu.com
 
 
PROFILE
BUKU TAMU
 
     
 
BLOG  [v]
jatuh cinta
bosan ngeblog, mengapa ?
fenomena dukun cilik
hobi nyleneh
jalan kaki jinakkan 9 penyakit
Arsip Blog
 
 
CARI BLOG
 
     
 
PENGUNJUNG  [v]
» sastrawiguna
» lovely_12
» stufen_edu
» rianz
» laddy
Total: 170
 
     
 
KOMENTAR  [v]
» kalau ketemu dengan o...
» bags jgaa p.: gue>...
» isi komentar kamu di ...
» salam kenal.bisa gk s...
» makaci yach bwt info ...
 
  RSS Komentar Blog  

RSS Blog
Created:
Senin, 4 Agustus 2008 @ 10:46 WIB
   
         
    Copyright © 2004, PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI